Kabar Baru
Seorang warga Merasa Kecewa Dengan Kinerja Polresta Banyuwangi Ngundang komentar Nitizen
RTH Sumberrjo Banyuwangi "Terbengkalai" dinilai Hampurkan Dana APBD
Aktivitas Pertambangan Di Area Persawahan LSD Banyuwangi Patut Dipertanyakan, APH Diam?
Penambangan Batuan di Dusun Pakis Songgon diduga Ilegal Terkesan Pembiaran APH, Ada Apa Dengan Pak Pol?
Operasional Aktivitas Tambang di Desa Gambor Patut Dipertanyakan, Pak Kaporesta Jangan Diam!
RSUD Blambangan Banyuwangi Alokasikan Anggaran Rp 3,48 Miliar untuk Cleaning service
Seorang warga Merasa Kecewa Dengan Kinerja Polresta Banyuwangi Ngundang komentar Nitizen
RTH Sumberrjo Banyuwangi "Terbengkalai" dinilai Hampurkan Dana APBD
Aktivitas Pertambangan Di Area Persawahan LSD Banyuwangi Patut Dipertanyakan, APH Diam?
Penambangan Batuan di Dusun Pakis Songgon diduga Ilegal Terkesan Pembiaran APH, Ada Apa Dengan Pak Pol?
Operasional Aktivitas Tambang di Desa Gambor Patut Dipertanyakan, Pak Kaporesta Jangan Diam!
RSUD Blambangan Banyuwangi Alokasikan Anggaran Rp 3,48 Miliar untuk Cleaning service
Cuaca
Memuat cuaca...
Berita

Di Balik Debu dan Batu, Harapan Itu Mulai Disusun ‎

Di Balik Debu dan Batu, Harapan Itu Mulai Disusun  ‎

Gresik - Media Indonesia Times | Pagi itu di Desa Slempit, Kecamatan Kedamean, suasana terasa berbeda. Di bawah sinar matahari yang perlahan meninggi, sejumlah prajurit TNI bersama warga tampak bahu membahu memindahkan batu dari badan jalan.

‎Debu beterbangan, keringat menetes, namun tak satu pun raut lelah terlihat. Yang ada justru semangat kebersamaan yang begitu hangat.

‎Kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan pengaspalan jalan sepanjang kurang lebih 150 hingga 200 meter dengan lebar 6 meter dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Gresik. Jalan yang sebelumnya berbatu dan menyulitkan akses, kini perlahan disiapkan untuk berubah menjadi jalur yang lebih layak dan nyaman dilalui.

‎Di tengah aktivitas itu, Pratu Fajri, anggota Satgas TMMD 128 Gresik, tampak menyatu dengan warga. Tanpa sekat, tanpa jarak. 

‎"Kami siap mengabdi untuk rakyat. kedatangan kami untuk membangun disini, " kata Pratu Fajri, Selasa (05/05/2026).

‎Tangan-tangan yang berbeda latar belakang itu bergerak dalam irama yang sama mengangkat, memindahkan, dan merapikan batu demi satu tujuan: menghadirkan kemudahan bagi desa.

‎Bagi warga, ini bukan sekadar pembangunan jalan. Ini adalah harapan baru tentang akses yang lebih baik, tentang roda ekonomi yang bisa bergerak lebih lancar, dan tentang masa depan yang sedikit lebih terang.

‎Di Desa Slempit, hari itu bukan hanya tentang pekerjaan fisik. Ia menjadi cerita tentang gotong royong yang hidup kembali, tentang TNI yang hadir bukan hanya sebagai penjaga, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang membangun bersama. (Bagas)

Editor Tim Redaksi
Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!