Kabar Baru
Seorang warga Merasa Kecewa Dengan Kinerja Polresta Banyuwangi Ngundang komentar Nitizen
RTH Sumberrjo Banyuwangi "Terbengkalai" dinilai Hampurkan Dana APBD
Aktivitas Pertambangan Di Area Persawahan LSD Banyuwangi Patut Dipertanyakan, APH Diam?
Penambangan Batuan di Dusun Pakis Songgon diduga Ilegal Terkesan Pembiaran APH, Ada Apa Dengan Pak Pol?
Operasional Aktivitas Tambang di Desa Gambor Patut Dipertanyakan, Pak Kaporesta Jangan Diam!
RSUD Blambangan Banyuwangi Alokasikan Anggaran Rp 3,48 Miliar untuk Cleaning service
Seorang warga Merasa Kecewa Dengan Kinerja Polresta Banyuwangi Ngundang komentar Nitizen
RTH Sumberrjo Banyuwangi "Terbengkalai" dinilai Hampurkan Dana APBD
Aktivitas Pertambangan Di Area Persawahan LSD Banyuwangi Patut Dipertanyakan, APH Diam?
Penambangan Batuan di Dusun Pakis Songgon diduga Ilegal Terkesan Pembiaran APH, Ada Apa Dengan Pak Pol?
Operasional Aktivitas Tambang di Desa Gambor Patut Dipertanyakan, Pak Kaporesta Jangan Diam!
RSUD Blambangan Banyuwangi Alokasikan Anggaran Rp 3,48 Miliar untuk Cleaning service
Cuaca
Memuat cuaca...

Gerbang Raung Jambewangi Dipadati 50 Barong, Suwito: Budaya Harus Terus Dijaga

Gerbang Raung Jambewangi Dipadati 50 Barong, Suwito: Budaya Harus Terus Dijaga
Banyuwangi – Parade budaya yang menampilkan sebanyak 50 barong sukses mengguncang kawasan wisata Gerbang Raung, pada Kamis (26/03/2026). Kegiatan yang digelar di Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu, Kabupaten Banyuwangi ini berlangsung meriah dan dipadati masyarakat serta wisatawan.

Diketahui, parade barong yang menghadirkan puluhan kelompok seni ini terselenggara atas inisiatif H. Suwito, anggota DPRD Kabupaten Banyuwangi, Ketua Fraksi Partai Gerindra, sekaligus anggota Komisi IV. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya nyata dalam ikut mengembangkan seni budaya daerah Banyuwangi.

Puluhan barong tampil secara bergantian dengan iringan musik tradisional khas Banyuwangi, menghadirkan pertunjukan yang memukau dan sarat nilai kearifan lokal.

Sementara itu, H. Suwito menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan menjaga tradisi leluhur, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam mengembangkan seni budaya daerah Banyuwangi sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata.

“Parade ini menjadi wadah pelestarian sekaligus pengembangan seni budaya daerah Banyuwangi, serta mampu menggerakkan ekonomi masyarakat melalui sektor wisata,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus digelar secara berkelanjutan dan menjadi agenda rutin, khususnya di wilayah Sempu.

Parade barong ini pun menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pelaku seni, masyarakat, dan wakil rakyat mampu menghadirkan event budaya yang meriah serta berdampak positif bagi daerah. (*)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!