Kabar Baru
Seorang warga Merasa Kecewa Dengan Kinerja Polresta Banyuwangi Ngundang komentar Nitizen
RTH Sumberrjo Banyuwangi "Terbengkalai" dinilai Hampurkan Dana APBD
Aktivitas Pertambangan Di Area Persawahan LSD Banyuwangi Patut Dipertanyakan, APH Diam?
Penambangan Batuan di Dusun Pakis Songgon diduga Ilegal Terkesan Pembiaran APH, Ada Apa Dengan Pak Pol?
Operasional Aktivitas Tambang di Desa Gambor Patut Dipertanyakan, Pak Kaporesta Jangan Diam!
RSUD Blambangan Banyuwangi Alokasikan Anggaran Rp 3,48 Miliar untuk Cleaning service
Seorang warga Merasa Kecewa Dengan Kinerja Polresta Banyuwangi Ngundang komentar Nitizen
RTH Sumberrjo Banyuwangi "Terbengkalai" dinilai Hampurkan Dana APBD
Aktivitas Pertambangan Di Area Persawahan LSD Banyuwangi Patut Dipertanyakan, APH Diam?
Penambangan Batuan di Dusun Pakis Songgon diduga Ilegal Terkesan Pembiaran APH, Ada Apa Dengan Pak Pol?
Operasional Aktivitas Tambang di Desa Gambor Patut Dipertanyakan, Pak Kaporesta Jangan Diam!
RSUD Blambangan Banyuwangi Alokasikan Anggaran Rp 3,48 Miliar untuk Cleaning service
Cuaca
Memuat cuaca...
Berita

Inisiatif Swasta untuk Lingkungan, Lahan Eks Tambang Klatak Siap Dimanfaatkan

Inisiatif Swasta untuk Lingkungan, Lahan Eks Tambang Klatak Siap Dimanfaatkan
BANYUWANGI – Direksi CV Indah Jaya melalui Ketua Umum Serikat Buruh Banyuwangi (Serbuwangi), Mohammad Faiq, menyampaikan kesiapan lahan bekas tambang galian C di wilayah Klatak untuk dimanfaatkan sebagai lokasi Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di Kabupaten Banyuwangi.

Pernyataan tersebut disampaikan sebagai bentuk dukungan terhadap upaya penanganan persoalan sampah yang hingga kini menjadi tantangan serius di Banyuwangi. Lahan eks tambang yang selama ini tidak lagi produktif dinilai dapat dioptimalkan untuk kepentingan publik, khususnya dalam pengelolaan sampah berbasis lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.

Mohammad Faiq menegaskan bahwa pihak direksi CV Indah Jaya memiliki komitmen mendukung program pemerintah daerah dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang terpadu dan berkelanjutan.

“Kami menyatakan kesiapan lahan bekas tambang galian C di Klatak untuk dimanfaatkan sebagai TPS3R. Ini bentuk kontribusi nyata dalam mendukung penanganan sampah di Banyuwangi,” tegasnya.

Menurutnya, pemanfaatan lahan eks tambang untuk TPS3R merupakan langkah strategis. Selain mengurangi dampak lingkungan akibat aktivitas pertambangan sebelumnya, langkah tersebut juga dapat menjadi solusi jangka panjang dalam pengurangan volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir (TPA).

Ia berharap, inisiatif ini dapat segera ditindaklanjuti melalui koordinasi bersama pemerintah daerah, dinas terkait, serta unsur masyarakat, sehingga proses perencanaan hingga realisasi dapat berjalan sesuai regulasi yang berlaku.

Dengan adanya kesiapan lahan tersebut, diharapkan Banyuwangi dapat memperkuat sistem pengelolaan sampah berbasis 3R, sekaligus menciptakan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui pengolahan dan pemilahan sampah yang terstruktur.

Langkah ini sekaligus menjadi sinyal bahwa kolaborasi antara pelaku usaha dan elemen masyarakat sangat dibutuhkan dalam menjawab persoalan lingkungan secara konkret dan berkelanjutan.

(Redaksi)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!