Kabar Baru
Seorang warga Merasa Kecewa Dengan Kinerja Polresta Banyuwangi Ngundang komentar Nitizen
RTH Sumberrjo Banyuwangi "Terbengkalai" dinilai Hampurkan Dana APBD
Aktivitas Pertambangan Di Area Persawahan LSD Banyuwangi Patut Dipertanyakan, APH Diam?
Penambangan Batuan di Dusun Pakis Songgon diduga Ilegal Terkesan Pembiaran APH, Ada Apa Dengan Pak Pol?
Operasional Aktivitas Tambang di Desa Gambor Patut Dipertanyakan, Pak Kaporesta Jangan Diam!
RSUD Blambangan Banyuwangi Alokasikan Anggaran Rp 3,48 Miliar untuk Cleaning service
Seorang warga Merasa Kecewa Dengan Kinerja Polresta Banyuwangi Ngundang komentar Nitizen
RTH Sumberrjo Banyuwangi "Terbengkalai" dinilai Hampurkan Dana APBD
Aktivitas Pertambangan Di Area Persawahan LSD Banyuwangi Patut Dipertanyakan, APH Diam?
Penambangan Batuan di Dusun Pakis Songgon diduga Ilegal Terkesan Pembiaran APH, Ada Apa Dengan Pak Pol?
Operasional Aktivitas Tambang di Desa Gambor Patut Dipertanyakan, Pak Kaporesta Jangan Diam!
RSUD Blambangan Banyuwangi Alokasikan Anggaran Rp 3,48 Miliar untuk Cleaning service
Cuaca
Memuat cuaca...

Jelang Lebaran, Stok dan Kualitas Daging di Banyuwangi Dipastikan Aman

Jelang Lebaran, Stok dan Kualitas Daging di Banyuwangi Dipastikan Aman
BANYUWANGI - Permintaan daging sapi di Banyuwangi meningkat tajam menjelang Lebaran. Jika hari biasa pemotongan hanya 20-30 ekor sapi, kini bisa mencapai 60 ekor per hari.

Lonjakan permintaan turut mendongkrak harga. Di Pasar Blambangan, Rabu (11/3/2026), harga daging sapi tembus Rp145-150 ribu per kilogram, dari harga normal sekitar Rp125 ribu per kilogram.

Salah satu pedagang daging sapi, Badrus, mengaku penjualan naik signifikan. Biasanya ia menjual daging dari dua ekor sapi per hari, kini bertambah menjadi tiga ekor. "Permintaan naik menjelang Lebaran. Sekarang sehari bisa tiga ekor, dan selalu habis," ujarnya.

Tingginya permintaan menjadi berkah bagi Badrus dan pedagang lainnya. Stok daging yang dijualnya selalu habis karena langsung terjual setelah pemotongan.

Untuk memastikan daging yang beredar tetap aman, Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Banyuwangi melakukan pengecekan di pasar-pasar tradisional. Tim diterjunkan memeriksa kualitas daging sapi secara serentak.

Seperti di Pasar Blambangan, petugas melakukan rapid test guna memastikan daging yang dijual memenuhi standar aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH).

Kepala Dispertan Banyuwangi, Danang Hartanto mengatakan, hasil pemeriksaan menunjukkan daging aman dan layak dikonsumsi. "Tidak ditemukan daging oplosan, gelonggongan, maupun yang mengandung bahan kimia berbahaya. Masyarakat tidak perlu khawatir," ujar dia.

Ia menyebut konsumsi daging meningkat hingga 80 persen dibanding hari biasa. Hingga pukul 01.00 WIB, tercatat 41 ekor sapi dipotong di Rumah Potong Hewan (RPH) dan jumlahnya masih bertambah.

Rata-rata produksi daging di Banyuwangi mencapai 3-3,5 ton per hari, dan saat ini meningkat hampir dua kali lipat dari kondisi normal.

Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dispertan Banyuwangi, drh. Nanang Sugiharto, menambahkan kenaikan konsumsi dipicu tingginya kebutuhan bahan baku pentol bakso jelang Lebaran.

"Biasanya mendekati Lebaran konsumsi bisa naik hingga hampir 100 persen. Tapi stok aman karena populasi sapi di Banyuwangi sekitar 100 ribu ekor," ucapnya.

Selain daging sapi, petugas juga melakukan pemeriksaan terhadap daging ayam yang beredar di pasar. Hasilnya, daging ayam yang dijual pedagang juga dinyatakan aman dan layak dikonsumsi masyarakat. (Redaksi)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!