Kabar Baru
Seorang warga Merasa Kecewa Dengan Kinerja Polresta Banyuwangi Ngundang komentar Nitizen
RTH Sumberrjo Banyuwangi "Terbengkalai" dinilai Hampurkan Dana APBD
Aktivitas Pertambangan Di Area Persawahan LSD Banyuwangi Patut Dipertanyakan, APH Diam?
Penambangan Batuan di Dusun Pakis Songgon diduga Ilegal Terkesan Pembiaran APH, Ada Apa Dengan Pak Pol?
Operasional Aktivitas Tambang di Desa Gambor Patut Dipertanyakan, Pak Kaporesta Jangan Diam!
RSUD Blambangan Banyuwangi Alokasikan Anggaran Rp 3,48 Miliar untuk Cleaning service
Seorang warga Merasa Kecewa Dengan Kinerja Polresta Banyuwangi Ngundang komentar Nitizen
RTH Sumberrjo Banyuwangi "Terbengkalai" dinilai Hampurkan Dana APBD
Aktivitas Pertambangan Di Area Persawahan LSD Banyuwangi Patut Dipertanyakan, APH Diam?
Penambangan Batuan di Dusun Pakis Songgon diduga Ilegal Terkesan Pembiaran APH, Ada Apa Dengan Pak Pol?
Operasional Aktivitas Tambang di Desa Gambor Patut Dipertanyakan, Pak Kaporesta Jangan Diam!
RSUD Blambangan Banyuwangi Alokasikan Anggaran Rp 3,48 Miliar untuk Cleaning service
Cuaca
Memuat cuaca...
Berita

Ketua AWI Banyuwangi Minta Pemkab Tindak Bangunan Dekat Sungai di Genteng

Ketua AWI Banyuwangi Minta Pemkab Tindak Bangunan Dekat Sungai di Genteng

BANYUWANGI – Keberadaan sebuah bangunan yang berada sangat dekat dengan aliran sungai di wilayah Kecamatan Genteng, Banyuwangi, menjadi sorotan masyarakat. Kondisi bangunan yang berdiri di area sempadan sungai itu dinilai berpotensi menimbulkan persoalan lingkungan serta mengganggu fungsi aliran air.

 

Dari pantauan awak media di lokasi, bangunan tersebut tampak berdiri di sisi aliran sungai yang dikelilingi vegetasi bambu dan semak belukar. Selain dinilai terlalu dekat dengan bibir sungai, kondisi di sekitar lokasi juga terlihat minim penataan sehingga menimbulkan kekhawatiran warga apabila terjadi penyempitan aliran air saat musim hujan.

 

Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa bangunan tersebut Diduga merupakan bagian dari milik Hotel Sahid Mahata yang beralamat di Jalan Raya Jember – Banyuwangi No. 126 Jalen 1, Desa Setail, Kecamatan Genteng, Kabupaten Banyuwangi.

 

Aliansi Wartawan Indonesia (AWI) DPC Banyuwangi turut menyoroti persoalan tersebut. Ketua AWI DPC Banyuwangi, Indra, meminta pemerintah daerah dan instansi terkait segera turun ke lokasi guna melakukan pengecekan secara langsung terhadap legalitas bangunan yang diduga berdiri di area sempadan sungai tersebut.

 

Menurut Indra, pengawasan terhadap pembangunan di sekitar aliran sungai harus dilakukan secara serius agar tidak menimbulkan dampak lingkungan di kemudian hari. Ia menegaskan bahwa fungsi sungai harus dijaga dan tidak boleh terganggu oleh bangunan yang berpotensi mempersempit aliran air.

 

“Pemerintah harus bertindak cepat melakukan pengecekan. Jika memang ditemukan pelanggaran aturan tata ruang maupun sempadan sungai, maka harus ada tindakan tegas sesuai ketentuan yang berlaku,” tegas Indra, Senin (11/05/2026).

 

Beberapa warga sekitar juga meminta pemerintah daerah melalui dinas terkait (DPU Pengairan) Banyuwangi, segera melakukan pengecekan terhadap Legalitas bangunan tersebut. Mereka berharap ada tindakan tegas apabila ditemukan pelanggaran aturan mengenai pemanfaatan sempadan sungai.

 

“Kalau bangunan terlalu dekat dengan sungai tentu dikhawatirkan mengganggu aliran air dan berpotensi menyebabkan banjir atau longsor di kemudian hari,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

 

Warga berharap adanya pengawasan lebih ketat terhadap pembangunan di sekitar aliran sungai agar tidak terjadi pelanggaran tata ruang maupun kerusakan lingkungan. Menurut mereka, sempadan sungai seharusnya dijaga sebagai area terbuka demi menjaga fungsi ekosistem dan kelancaran aliran air.

 

Sementara itu, hingga berita ini ditulis belum ada keterangan resmi dari pihak Hotel Sahid Mahata maupun instansi terkait (DPU Pengairan) mengenai status bangunan tersebut. Masyarakat berharap pemerintah segera turun tangan melakukan verifikasi lapangan serta memberikan penjelasan kepada publik agar persoalan ini tidak menimbulkan polemik berkepanjangan.

Editor Tim Redaksi
Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!