Kabar Baru
Seorang warga Merasa Kecewa Dengan Kinerja Polresta Banyuwangi Ngundang komentar Nitizen
RTH Sumberrjo Banyuwangi "Terbengkalai" dinilai Hampurkan Dana APBD
Aktivitas Pertambangan Di Area Persawahan LSD Banyuwangi Patut Dipertanyakan, APH Diam?
Penambangan Batuan di Dusun Pakis Songgon diduga Ilegal Terkesan Pembiaran APH, Ada Apa Dengan Pak Pol?
Operasional Aktivitas Tambang di Desa Gambor Patut Dipertanyakan, Pak Kaporesta Jangan Diam!
RSUD Blambangan Banyuwangi Alokasikan Anggaran Rp 3,48 Miliar untuk Cleaning service
Seorang warga Merasa Kecewa Dengan Kinerja Polresta Banyuwangi Ngundang komentar Nitizen
RTH Sumberrjo Banyuwangi "Terbengkalai" dinilai Hampurkan Dana APBD
Aktivitas Pertambangan Di Area Persawahan LSD Banyuwangi Patut Dipertanyakan, APH Diam?
Penambangan Batuan di Dusun Pakis Songgon diduga Ilegal Terkesan Pembiaran APH, Ada Apa Dengan Pak Pol?
Operasional Aktivitas Tambang di Desa Gambor Patut Dipertanyakan, Pak Kaporesta Jangan Diam!
RSUD Blambangan Banyuwangi Alokasikan Anggaran Rp 3,48 Miliar untuk Cleaning service
Cuaca
Memuat cuaca...
Berita

Pohon Rapuh di jalur Pantura Dadapan Resahkan Warga, Terancam Tumbang

Pohon Rapuh di jalur Pantura Dadapan Resahkan Warga, Terancam Tumbang

Banyuwangi – Sebuah pohon besar di tepi jalur Pantura, tepatnya di Jalan Raya Jember No. 13, Dusun Dadapan, Kecamatan Kabat, Kabupaten Banyuwangi, dikeluhkan warga karena kondisinya yang dinilai rapuh dan berpotensi tumbang.

 

Pohon dengan ukuran cukup besar tersebut terlihat miring dan memiliki cabang yang menjulur ke arah badan jalan. Kondisi ini dinilai membahayakan pengendara yang melintas di jalur utama Pantura yang dikenal ramai kendaraan setiap harinya.

 

Salah satu warga setempat, Toha, mengungkapkan kekhawatirannya. Ia menyebut bahwa setiap kali hujan disertai angin kencang, dirinya merasa waswas melihat kondisi pohon tersebut.

 

“Kalau hujan angin, saya ngeri lihat pohon itu. Takut roboh dan menimpa orang lewat,” ujarnya Rabu (29/04).

 

Jika tidak segera ditangani, pohon tersebut dikhawatirkan dapat menyebabkan kecelakaan lalu lintas dan membahayakan keselamatan pengguna jalan, khususnya pengendara roda dua.

 

Warga berharap ada tindakan dan tindak lanjut (TL) dari Dinas PU CKPP Banyuwangi untuk segera melakukan pengecekan serta penanganan, seperti pemangkasan atau penebangan, guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

 

Hingga berita ini diturunkan, warga masih menunggu respon dari pihak terkait.**

Editor Tim Redaksi
Sumber Media Indonesia Times
Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!