Kabar Baru
Beredar Spanduk" Turunkan Bupati dan Wakil Bupati Banyuwangi, Puskaptis Bakal "Turun Gunung"*
Kantor Pelayanan Pajak Pratama Banyuwangi Berikan Layanan Prima
Test
Rencana Aksi 5000 Massa Turun ke Jalan tuntut Bupati Banyuwangi
Pengurangan Sampah Plastik, Banyuwangi Dukung Aksi "Run For Rivers"
Bupati Ipuk Berikan Kebijakan Serius Guna Hemat BBM di Kalangan Pemkab Banyuwangi
Beredar Spanduk" Turunkan Bupati dan Wakil Bupati Banyuwangi, Puskaptis Bakal "Turun Gunung"*
Kantor Pelayanan Pajak Pratama Banyuwangi Berikan Layanan Prima
Test
Rencana Aksi 5000 Massa Turun ke Jalan tuntut Bupati Banyuwangi
Pengurangan Sampah Plastik, Banyuwangi Dukung Aksi "Run For Rivers"
Bupati Ipuk Berikan Kebijakan Serius Guna Hemat BBM di Kalangan Pemkab Banyuwangi
Memuat cuaca...
Berita

Ricuh di Marina Boom: Sound System Berujung Dugaan Penganiayaan

Ricuh di Marina Boom: Sound System Berujung Dugaan Penganiayaan
Banyuwangi — Ketegangan memuncak di kawasan Marina Boom. Sebuah peristiwa yang bermula dari hal sepele suara sound system berujung pada dugaan penganiayaan yang kini dilaporkan ke pihak kepolisian. Minggu, (29/03/2026)

Menurut keterangan Pengacara Rozzak, insiden terjadi saat kliennya yang menyewakan perangkat sound system tengah menjalankan aktivitas seperti biasa. Suara yang dihasilkan, menurutnya, masih dalam batas wajar dan tidak mengganggu karena jarak yang cukup jauh. Namun situasi berubah drastis ketika sekelompok pihak tiba-tiba datang, mencabut peralatan secara paksa, dan diduga melakukan tindakan kekerasan.

“Ini bukan sekadar soal kebisingan. Ini sudah masuk pada tindakan penganiayaan dan perampasan hak mencari nafkah,” tegas Rozzak.

Peristiwa tersebut sontak memicu keresahan. Para pekerja yang hanya berupaya mencari penghidupan justru harus menghadapi tindakan yang dinilai arogan. Bahkan, dalam pernyataannya, Rozzak menyinggung adanya indikasi tindakan semena-mena yang ia sebut sebagai bentuk “penindasan gaya baru” terhadap masyarakat kecil.

Hari ini, laporan resmi telah dilayangkan ke Polresta setempat. Pihak korban berharap kehadiran aparat penegak hukum mampu memberikan rasa aman dan keadilan yang nyata.

“Kami datang sebagai warga negara yang percaya hukum. Kami meminta perlindungan dan kepastian hukum. Jangan sampai masyarakat kecil kehilangan kepercayaan,” lanjutnya.

Kasus ini kini menjadi sorotan, tidak hanya karena dugaan kekerasannya, tetapi juga menyangkut harapan publik terhadap tegaknya hukum yang adil dan tidak pandang bulu.

Di tengah hiruk-pikuk Marina Boom yang biasanya menjadi ruang rekreasi, kini terselip pertanyaan besar: akankah keadilan benar-benar berdiri tegak bagi mereka yang lemah? Ataukah suara mereka akan tenggelam, seperti gema sound system yang dipaksa bungkam?

(Tim Redaksi)

Penulis Idham Holid
Editor Idham Holid

Catatan Redaksi

Setiap wartawan Data A Satu dibekali ID Card resmi dan namanya tercantum dalam box redaksi. Apabila ada oknum yang mengaku sebagai wartawan Data A Satu namun tidak dapat menunjukkan identitas resmi, segala tindakannya bukan menjadi tanggung jawab redaksi.

Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan, Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!