Kabar Baru
Seorang warga Merasa Kecewa Dengan Kinerja Polresta Banyuwangi Ngundang komentar Nitizen
RTH Sumberrjo Banyuwangi "Terbengkalai" dinilai Hampurkan Dana APBD
Aktivitas Pertambangan Di Area Persawahan LSD Banyuwangi Patut Dipertanyakan, APH Diam?
Penambangan Batuan di Dusun Pakis Songgon diduga Ilegal Terkesan Pembiaran APH, Ada Apa Dengan Pak Pol?
Operasional Aktivitas Tambang di Desa Gambor Patut Dipertanyakan, Pak Kaporesta Jangan Diam!
RSUD Blambangan Banyuwangi Alokasikan Anggaran Rp 3,48 Miliar untuk Cleaning service
Seorang warga Merasa Kecewa Dengan Kinerja Polresta Banyuwangi Ngundang komentar Nitizen
RTH Sumberrjo Banyuwangi "Terbengkalai" dinilai Hampurkan Dana APBD
Aktivitas Pertambangan Di Area Persawahan LSD Banyuwangi Patut Dipertanyakan, APH Diam?
Penambangan Batuan di Dusun Pakis Songgon diduga Ilegal Terkesan Pembiaran APH, Ada Apa Dengan Pak Pol?
Operasional Aktivitas Tambang di Desa Gambor Patut Dipertanyakan, Pak Kaporesta Jangan Diam!
RSUD Blambangan Banyuwangi Alokasikan Anggaran Rp 3,48 Miliar untuk Cleaning service
Cuaca
Memuat cuaca...
Berita

‎TPT TMMD Capai 65 Persen, Harapan Warga Mulai Berdiri Kokoh

‎TPT TMMD Capai 65 Persen, Harapan Warga Mulai Berdiri Kokoh

Gresik – Media Indonesia Times | Pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) 128 Gresik terus menunjukkan progres signifikan, Kamis (14/05/2026). 

‎Pekerjaan yang menjadi salah satu sasaran fisik utama itu kini telah mencapai 65 persen. Angka tersebut bukan sekadar hitungan teknis pembangunan, melainkan gambaran nyata tentang semangat gotong royong yang terus hidup di tengah masyarakat desa.

‎Sutiman, salah satu warga yang ikut bekerja di lokasi TMMD, mengatakan pengerjaan TPT berjalan sesuai target. Ia melihat langsung bagaimana prajurit TNI dan masyarakat saling bahu membahu tanpa mengenal lelah.

‎“Sekarang progresnya sudah sekitar 65 persen. Setiap hari pengerjaan terus dikebut bersama warga dan bapak-bapak TNI,” kata Sutiman.

‎Selama ini, lanjut Sutiman, warga kerap dihantui longsoran kecil dan terkikisnya tanah di sekitar akses jalan persawahan. "Saya kagum dengan Pak TNI, mereka solid bekerja tanpa lelah, " ujarnya. 

‎Di lokasi pembangunan, suasana kebersamaan terasa begitu kuat. Tak ada sekat antara seragam loreng dan pakaian warga desa. Semuanya larut dalam pekerjaan yang sama: membangun desa agar lebih kuat dan layak untuk generasi berikutnya. (Bagas)

Editor Tim Redaksi
Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!