Kabar Baru
Seorang warga Merasa Kecewa Dengan Kinerja Polresta Banyuwangi Ngundang komentar Nitizen
RTH Sumberrjo Banyuwangi "Terbengkalai" dinilai Hampurkan Dana APBD
Aktivitas Pertambangan Di Area Persawahan LSD Banyuwangi Patut Dipertanyakan, APH Diam?
Penambangan Batuan di Dusun Pakis Songgon diduga Ilegal Terkesan Pembiaran APH, Ada Apa Dengan Pak Pol?
Operasional Aktivitas Tambang di Desa Gambor Patut Dipertanyakan, Pak Kaporesta Jangan Diam!
RSUD Blambangan Banyuwangi Alokasikan Anggaran Rp 3,48 Miliar untuk Cleaning service
Seorang warga Merasa Kecewa Dengan Kinerja Polresta Banyuwangi Ngundang komentar Nitizen
RTH Sumberrjo Banyuwangi "Terbengkalai" dinilai Hampurkan Dana APBD
Aktivitas Pertambangan Di Area Persawahan LSD Banyuwangi Patut Dipertanyakan, APH Diam?
Penambangan Batuan di Dusun Pakis Songgon diduga Ilegal Terkesan Pembiaran APH, Ada Apa Dengan Pak Pol?
Operasional Aktivitas Tambang di Desa Gambor Patut Dipertanyakan, Pak Kaporesta Jangan Diam!
RSUD Blambangan Banyuwangi Alokasikan Anggaran Rp 3,48 Miliar untuk Cleaning service
Cuaca
Memuat cuaca...
Berita

Warga Dusun Krajan Keluhkan Dampak Tower, Minta Satpol PP Tinjau Legalitas

Warga Dusun Krajan Keluhkan Dampak Tower, Minta Satpol PP Tinjau Legalitas

BANYUWANGI – Warga Dusun Krajan, Desa Dadapan, Kecamatan Kabat, Kabupaten Banyuwangi, meminta Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Banyuwangi bersama instansi terkait meninjau keberadaan tower yang berada dekat permukiman warga dan kantor desa.

 

Keluhan warga muncul karena saat hujan disertai petir, sejumlah alat elektronik milik warga disebut mengalami kerusakan. Televisi dan kulkas warga dilaporkan mati diduga akibat dampak sambaran petir di sekitar lokasi tower.

 

“Bukan hanya satu dua rumah, banyak televisi dan kulkas warga yang rusak saat hujan petir,” ujar salah seorang warga, Selasa (12/5/2026).

 

Menurut warga, kerusakan perangkat elektronik juga beberapa kali terjadi di kantor desa, seperti komputer dan peralatan lainnya. Lokasi tower yang berada dekat kantor desa dan pemukiman warga dinilai menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

 

“Di kantor desa juga sering ada alat elektronik yang rusak. Tapi sampai sekarang tidak ada kompensasi dari pihak tower,” kata warga lainnya.

 

Selain persoalan tersebut, warga juga mempertanyakan legalitas tower karena muncul dugaan izin operasionalnya telah kedaluwarsa namun masih tetap beroperasi hingga saat ini.

 

Warga berharap pemerintah daerah bersama Satpol PP dan instansi terkait segera melakukan pengecekan langsung, baik terkait aspek perizinan maupun dampak yang dikeluhkan masyarakat sekitar.

 

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola tower terkait keluhan warga maupun dugaan izin operasional tower yang disebut telah kedaluwarsa.

Editor Tim Redaksi
Sumber Media Indonesia Times
Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!